Notification

×

Hosting Unlimited Indonesia

Tag Terpopuler

Warga Surabaya Tumbal Dari Proyek Galian Tarik Kabel Telkom Optik Karena Tidak Sesuai SOP,Proyek Diduga Di Backup Oknum Polsek Simokerto

Jumat, 26 Januari 2024 | Januari 26, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-01-27T00:57:09Z




Surabaya, MIMBAR-DEMOKRASI.COM. - Kota Surabaya memiliki banyak proyek, terutama proyek terkait pembangunan, infrastruktur di bidang komunikasi

Terkait adanya proyek penarikan kabel,yang dimiliki oleh PT. Telekomunikasi (Telkom) Indonesia Tbk, yang dilakukan oleh beberapa orang di wilayah Kota Surabaya diduga tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Hal ini terlihat jelas dengan para pekerja yang tidak dilengkapi dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tidak lengkap serta tidak adanya pengawas lapangan dari pihak Telkom.

Dari penelusuran awak media, terkait proyek penarikan Kabel, dalam satu bulan terakhir ni telah dilakukan di beberapa titik, Jalan Kapasan,bahkan di jalan Simokerto.

Dengan adanya proyek penarikan kabel yang lepas dari SOP tersebut yang di lakukan oleh beberapa oknum,mengakibatkan kecelakan lalulintas (laka lantas) yang dialami Dendi Yustrianus Taopan (35) seorang Pendeta warga Wonerojo gang 3 Surabaya.

Dari keterangan saksi mata menerangkan, bahwa kejadian sekitar 01.30 WIB. Saat itu saya melintas di Jalan Kapasan dari arah Perak, sempat melihat korban menyalip, kemudian menabrak pembatas jalan warna oren yang digunakan untuk rambu-rambu bekas proyek penarikan kabel.

"Korban jatuh pas ditengah Jalan dan kemudian ada orang melintas pengendara motor sempat berhenti dan ada sekitar warga membantu korban," ucap saksi mata di waktu kejadian. Sabtu (27/01/2024) pukul 02.10 WIB.

Sempat terjadi keributan dimana tim medis yang datang terkesan enggan untuk mengantarkan korban ke Rumah Sakit terdekat dengan alasan tidak ada yang bertanggung jawab dan diduga korban mengkonsumsi minuman keras, selanjutnya korban diserahkan kepada pihak kepolisian.

"Kalau terjadi kecelakan lalu lintas kami serahkan kepada pihak Kepolisian, kalau dari Tim Medis hanya menerima kondisinya korban hanya cedera ringan,apabila kita bawa ke Rumah Sakit harus ada siapa yang bertangung jawab," ujar salah satu petugas medis.

Sambung petugas medis yang menolong korban menyampaikan, bahwa kami petugas medis hanya melakukan tindak medis, kami mau membawa ke rumah sakit asalkan ada yang bertangung jawab, karana ada administrasinya. Intinya kami serahkan kepada Pihak Kepolisian.

Disingung apakah korban meliliki BPJS atau SIM, petugas Medis menerangakan, bahwa kalau kecelakan di jalan tidak ditanggung oleh BPJS.

Namun pada akhirnya korban dilarikan ke Rumah Sakit. Korban orang NTT," Informasinya di bawa Rumah Sakit Dr Soewandi mas," saut salah satu saksi mata di tempat kejadian.

Sutoro sebagai petugas Lalu lintas dari Polsek Simokerto, mengatakan ,saat ini kami masih menunggu korban sadar dan akan mengabari ke pihak keluarga korban

"Menurut narasumber yang tidak mau di sebut namanya,proyek ini diduga di backup oleh oknum polisi Simokerto,"ucap narasumber

"Harapan dari narasumber,semoga dengan adanya kejadian pagi ini,bisa mengingatkan kita semua untuk bisa lebih berhati-hati dalam berkendara,dan dari pihak institusi harus lebih memperhatikan para pengguna jalan tentang keselamatannya,"sambung Narasumber

Dalam pantauan awak media, yang hadir di Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) untuk membantu korban dari instansi
Satpol PP, Tim Medis dan juga dari pihak Kepolisian Simokerto.
( Bersambung )
×
Berita Terbaru Update