Notification

×

Hosting Unlimited Indonesia

Tag Terpopuler

Tak Kunjung Dijawab, Pemilik Warung Didampingi LSM GARAD Somasi Kelurahan Tambak Kemerakan Krian Sidoarjo

Senin, 12 Desember 2022 | Desember 12, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T06:01:53Z



Sidoarjo//Mimbar-Demokrasi.Com

Buntut tak mendapatkan kepastian atas surat milik keluarganya, pemilik warung jalan Bibis Bunder korban penggusuran dengan didampingi LSM GARAD Indonesia mensomasi kepala kantor Kelurahan Tambak Kemerakan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Selasa (13/12/2022).

Achmad Garad selaku LSM pendamping warga mengatakan bahwa hal ini perlu dilakukan supaya segera ada kepastian hukum. "Saya rasa, sangat perlu sekali. Karena hingga saat ini warga belum mendapatkan jawaban pasti dari pihak Kelurahan atas surat yang dimintanya. Bahkan Lurah terkesan hanya menjanjikan saja." Ujarnya saat bersama warga.

Masih Garad. "Warga punya hak untuk menuntut, jadi untuk somasi ini saya persilahkan warga/pemilik warung melakukannya sendiri. Karena mereka yang paling berkepentingan. Kita lihat saja bagaimana sih Lurah ini saat di deadline oleh warganya sendiri." Ungkapnya.

Sedangkan Siti Khotimah salah satu yang mensomasi, tampak meluapkan emosinya. "Saya dan warga yang lain sudah berkali-kali datangi Lurah Tambak, tapi hingga saat ini belum ada jawaban pasti dari pihak Kelurahan atas surat yang saya minta." Ujarnya.

Ia juga mengaku bahwa hal ini sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada orang tuanya. "Surat yang saya minta itu adalah peninggalan ayah saya. Tapi di sini (Kelurahan) kok gak dikasih-kasih. Kemana sebenarnya?." Pungkasnya.

Diketahui, somasi tersebut buntut dari peristiwa penggusuran warungnya di Jalan Bibis Bunder yang dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo melalui Muspika Krian yang dipergunakan sebagai pintu masuk utama Rumah Sakit Umum Sidoarjo sisi Barat Krian yang hingga saat ini tidak mendapatkan kompensasi apapun dari pihak Pemkab Sidoarjo.

"Kasus ini sangat kompleks, berawal dari penggusuran merembet soal kebobrokan birokrasi yang diyakini tidak pro kepada rakyat. Maka dari itu tugas saya sebagai LSM ya bukan hanya menjadi pengawal namun juga memberikan semangat dan edukasi bahwa apa yang telah menjadi hak patut diperjuangkan. Meskipun harus dengan jiwa raga dipertaruhkan." Pungkas Achmad Garad.( Red )
×
Berita Terbaru Update