Notification

×

Hosting Unlimited Indonesia

Tag Terpopuler

Diduga Diana Menjebak Suaminya Untuk Melakukan KDRT

Minggu, 23 Oktober 2022 | Oktober 23, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-24T03:09:33Z



Surabaya,//Mimbar-Demokrasi.Com


Seperti pada pemberitaan di media massa Memorandum 1 (satu) tahun yang lalu bahwa Diana Fransisca melaporkan suaminya inisial H. A N telah melakukan tindakan KDRT. 

Setelah satu tahun berlalu H. AN mulai berani menuturkan fakta yang sebenarnya. 
H. AN menuturkan kepada media, bahwa kejadian KDRT terjadi berawal dari kesengajaan istrinya ( Diana Fransisca) untuk memancing emosi saya dengan memukul terlebih dahulu ke saya, sehingga saya merasa sakit maka secara spontan membalas menampar Diana. 

"Kasus ini memang disengaja Diana dan melaporkan saya ke Polda Jatim. Setelah berproses di Polda dan melalui Persidangan yang lama, Diana Fransisca mulai menjalankan siasatnya dengan pengajuan berdamaian dengan meminta sejumlah uang yang sangat fantastik," ungkapnya. 

Ia melanjutkan, Kemudian Diana mau rujuk kembali tetapi tanpa saya curiga sedikit pun, ternyata Diana hanya mau memanfaatkan kedekatan suami-istri untuk mengambil pundi-pundi uang dari saya. Untuk keperluan kesenangan pribadi. 

H. AN lebih lanjut menuturkan, dia (Diana) sewaktu masih tinggal di Semarang, dana yang untuk saya, otomatis masuk ke Rekening milik dia. Yang sangat disayangkan uang yang masuk ke rekeningnya selalu di buat foya-foya, seperti operasi plastik, membeli perhiasan yang telah menghabiskan puluhan juta rupiah. Sementara saya masih menjalani hukuman di penjara. 

"Dia tidak lama pindah ke Surabaya agar lebih mudah untuk mengambil uang saya, dan dia sewa apartemen di daerah PTC dari bulan Oktober 2021 hingga Februari 2022. Kemudian dia pergi lagi tanpa memberitahukan saya yang ada di penjara," ujarnya. 

"Lama tidak terdengar suaranya, tidak dapat kabarnya, tahu-tahu bulan Juli 2022 saya mendapat telpon, Dia nangis-nangis minta maaf lalu berkomunikasi kembali, sehingga hubungan mulai membaik lagi. Tapi ternyata itu siasat dia untuk minta dibelikan perhiasan, karena perhiasan yang dibeli di Semarang sudah dijual habis untuk memenuhi kebutuhan hidup yang serba mewah," cetusnya. 

Dia mulai meminta dibelikan perhiasan, lanjutnya, saya walaupun kondisi badan di penjara, tapi saya masih memenuhi keinginan istri untuk membelikan perhiasan dan memberi uang. Tapi tanpa saya tahu siasatnya, dia menghilang kembali tanpa memberi tahu keberadaannya dengan Handphone dimatikan. 

"Diana ini tergolong orang yang tega dan kejam, dengan dalil cinta dan sayang dia menelpon melalui sambungan Rutan, dia meminta untuk makan awalnya 300 ribu, dua hari kemudian minta 500 ribu selanjutnya minta 1 juta. Kalau tidak dikasi, dia selalu mengancam tidak mau berhubungan kembali," jelasnya. 

Bapak ibu Diana bercerai dari dia usia 7 tahun dan dia dibesarkan oleh mamanya sampai dia ikut budhenya. Pada saat SMA dia pacaran dan hamil, sementara pacarnya meninggalkan. 

Dia berhubungan dengan anak-anak pembesar sampai 9 tahun dijalani kumpul kebo (tanpa ikatan resmi). Dia juga sering nyabu hampir tiap hari, untuk memenuhi kebutuhan itu dia mencari mangsa orang yang ber-uang. Nikah resmi satu kali, sedangkan nikah siri enam kali. 

"Saya pernah menemukan dompet berwarna merah yang berisi surat-surat pembelian perhiasan yang sangat banyak, di indikasi hasil dia perdayai laki-laki yang mau berhubungan dengan dia. Urat malunya sudah hilang, karena saya menemukan foto-foto telanjang yang berpose vulgar," ucapnya. 

"Diana sudah saya kirim 2 (dua) somasi, tapi tidak direspon," tutupnya. (*) ( Red )
×
Berita Terbaru Update